SEKILAS TENTANG BAHASA SAMAWA

Oleh Ahmad Zuhri

Bahasa Sumbawa, atau Basa Samawa, adalah bahasa yang dituturkan oleh masrakat di bekas wilayah Kesultanan Sumbawa yang meliputi wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

 

Dari sisii linguistik, bahasa Sumbawa masih serumpun dengan bahasa Sasak. Kedua bahasa ini masuk kedalam kelompok rumpun bahasa Bali,Sasak dan Sumbawa, yang oleh para ahli dimasukkan kedalam satu kelompok yakni kelompok  “Utara dan Timur” dalam kelompok Melayu-Sumbawa.

 

Dalam Bahasa Sumbawa, dikenal beberapa dialek regional atau variasi bahasa bergantung daerah penyebarannya, di antaranya dialek Samawa, Baturotok atau Batulante, Orong Telu dan dialek-dialek lain yang dipakai di daerah pegunungan selatan yang meliputi wilayah Ropang, Labangkar, Lawin, dan Selesek serta penduduk yang berada di sebelah selatan Lunyuk. Kemudian dialek Taliwang, Jereweh, dan dialek Tongo. Dalam dialek-dialek regional tersebut masih terdapat sejumlah variasi dialek regional yang dipakai oleh komunitas tertentu yang menandai bahwa betapa Suku Samawa’ ini terdiri atas berbagai macam leluhur etnik, misalnya dialek Taliwang yang diucapkan oleh penutur di Labuhan Lalar adalah keturunan etnik Bajo dan sangat berbeda dengan dialek Taliwang yang diucapkan oleh komunitas masyarakat misalnya di Kampung Sampir yang merupakan keturunan etnik Mandar, Bugis, dan Makassar.

 

Dalam dialek Basa Samawa di beberapa kawasan di pegunungan bagian selatan Kabupaten bermotokan Sabalong Sama Lewa ini seperti Lawin dan Lebangkar, perbedaan nya sangat mencolok bahkan orang Sumbawa kebanyakan tidak mengerti bahasa yang dipakai mereka bertutur antar sesama. Selain itu dalam bertutur menggunakan bahasa Sumbawa, masarakat dikawasan ini banyak menggunakan kalimat seolah menggunakan bahasa Inggeris, seperti dalam menyebut Panjang. Basa Samawa’ nya Belo. Tapi mereka menyebutnya dengan Long. Menyebut Telinga yang dalam bahasa Sumbawa nya Kuping,mereka menyebutnya Tuli. Dan banyak lagi kalimat-kalimat yang tidak lazim didalam bahasa Sumbawa yang ada sekarang bahkan sebagian adalah kosa kata asing seperti Portugis dll. Masarakat Sumbawa menyebutnya dengan Bahasa Labangkar atau Bahasa Lawin atau dulu disebut dengan Bahasa Selesek. Masarakat Labangkar dan Lawin adalah rumpun yang satu yakni rumpun Selesek. Bahasa Selesek ini lah yang menurut orang-orang tua dahulu adalah bahasa asli Tau Samawa, sebelum berinteraksi dengan bahasa dari etnik-etnik yang ada sekarang.

 

Keberagaman dialek masarakat Sumbawa dalam bertutur, membuktikan bahwa Tau Samawa’ adalah campuran dari beberapa etnis dan etnis asli Sumbawa berada di dua titik yaitu kawasan pegunungan Batu Lanteh hingga ke Orong Telu termasuk Lunyuk Bagian Selatan lalu ke Tongo dan Jereweh. Titik kedua di kawasan selatan, meliputi Kecamatan Ropang, mulai dari Lebin, Ropang, Labangkar dan Lawin. Etnis ini dikenal dengan etnis Selesek.

 

http://www.facebook.com/groups/pedulidesadarat/doc/268306883203406/

 

 

 

 

 

 

 

sapalah kami dengan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s