DEWA LING GUNUNG SETIA

Sultan Sumbawa yang memerintah tahun 1726 hingga 1732 dikenal bergelar Dewa Ling Gunung Setia. Namun seseungguhnya gelar itu baru diberikan setelah beliau wafat dan dimakamkan di Gunung Setia. Beliau bernama Sultan Jalaluddin atau lebih dikenal sebagai Datu Taliwang. Diantara keluarga atau keturunan Sultan Sumbawa ada yang tidak mengakui keberadaan Sultan Jalaluddin Datu Taliwang itu karena disebut telah berkhianat dan telah membunuh Datu Dolah di Lombok ketika Datu Dolah membantu Lombok dalam perang Selaparang.

Datu Dolah dibunuh dengan cara dimasukkan kedalam air oleh Jalaluddin. Namun sebelum ditenggelamkan kedalam air, Datu Dola mengutuk Jalaluddin bahwa jika jabatan Sultan Sumbawa sepeninggal Datu Bala Balong nanti, maka Jalaluddin akan mati dimakan api.

Setelah Dolah dibenamkan kedalam air dan meninggal, Jalaluddin langsung pulang ke Sumbawa kemudian diangkat menjadi Sultan Sumbawa menggantikan Datu Bala Balong yang mangkat tahun 1725.

Kutukan Datu Dolah terbukti bahwa pada tahun 1732 Sultan Jalaluddin meninggal dunia karena terbakar bersamaan dengan terbakarnya Bala Balong. Beliau dimakamkan di Gunung Setia dan saat itulah gelar Dewa Ling Gunung Setia menjadi lebih populer.

Beliau wafat Tahun 1732 lalu digantikan oleh Sultan Muhammad Kaharuddin I yang memerintah semenjak tahun 1732 hingga tahun 1758. Wallahua’lam bissawab.