TERBAKARNYA ISTANA BALA BALONG

Oleh : Ahmad Zuhri Muhtar

Selepas Sultan Harunurrasyid I memerintah, Kerajaan Sumbawa dipimpin oleh putra mahkota Sultan Harunurrasyid 1 yakni Pangeran Mas Madina. Beliau mendapat gelar Sultan Muhammad Jalaluddin Syah I. Beliau kawin dengan seorang Putri Raja Sidenreng dari Sulawesi Selatan yang bernama I Rakia Karaeng Agang Jene.

Jalaluddin Syah I ini kemudian diganti oleh Dewa Loka Lengit Ling Sampar kemudian oleh Dewa Ling Gunung Setia. Tidak banyak bahan sejarah yang dapat mengungkapkan berapa lama keduanya memerintah, tapi diperkirakan selama 10 tahun.

Ada fakta yang menyatakan bahwa pada masa pemerintahan Datu Gunung Setia, istana kerajaan Sumbawa “ Bala Balong” ludes dilalap si jago merah pada tanggal 26 Ramadhan 1145 Hijriah (1732 M) akibat ledakan mesiu.

Pada tahun 1733 Kerajaan Sumbawa kembali dipegang oleh keponakan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah I, bernama Muhammad Kaharuddin I yakni tahun 1733 masehi hingga tahun 1758). Ketika ia meninggal, kekuasaan diambil alih istrinya I Sugiratu Karaeng Bontoparang, yang bergelar Sultan Siti Aisyah. Raja wanita ini dikenal sering berselisih paham dengan pembantu raja, sehingga pada tahun 1761 ia diturunkan dari tahta dan mengharapkan , digantikan oleh Lalu Mustanderman Datu Bajing, namun ia menolak, dan menyarankan untuk mengangkat adiknya, Lalu Onye Datu Ungkap Sermin ( 1761-1762 ).

Pos ini dipublikasikan di KUMPULAN ARTIKEL. Tandai permalink.

sapalah kami dengan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s