TEMU SASTRAWAN SUMBAWA 2010,LAHIRKAN DEKLARASI SAMAWA

Temu sastrawan nasional, Sastrawan Bicara, Siswa Bertanya (SBSB) yang
menghadirkan penyair nasional K. H. D. Zawawi Imron di Kecamatan Utan, Minggu  (19/10) kemarin,berlangsung sukses dan semarak. Sekita 450 peserta yang terdiri dari guru dan siswa se Kabupaten Sumbawa ini, tampak antusias menyimak dan bertanya kepada narasumber.
Output dari temu sastrawan tersebut menghasilkan DEKLARASI SAMAWA.Penjabat Bupati Sumbawa, Ir. Mokhlis, M.Si, dalam sambutannya, menyatakan, Sumbawa memiliki kekayaan seni budaya. Meski Sumbawa didiami berbagai suku, namun semuanya menyatu sebagai Tau Samawa. Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan temu satrawan, SBSB. Dalam memberikan pemahaman sekaligus membumikan sastra yang ada di daerah ini sebagai perekat sosial.
Sementara Wakil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir, M.M, ketika membuka kegiatan  tersebut, menekankan pentingnya sastra. Dalam kerangka inilah Wagub meminta Pemkab membumikan sastra dikalangan pelajar. Bahkan buku sastra yang nantinya akan disedikan Pemprop perlu dijadikan bacaan wajib. Apalagi mengingat Sumbawa sebagai miniaturIndonesia karena dihuni oleh penduduk yang multi etnis. ‘’Kita akan sediakan buku sastra,’’ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga mengingatkan pentingnya dilakukan pembenahan dalam peningkatan mutu dan kualitas hidup. Angka buta aksara masih tersisa. Begitu pula dengan tingkat kemiskinan yang relatif masih tinggi di NTB, dengan menduduki ranking empat tertinggi di Indonesia. Padahal daerah ini kaya akan potensi alam. Untuk itu, dituntut adanya kompetisi yang sehat untuk terus berprestasi dan berkarya. Dalam hal ini, putra NTB yang berprestasi juga akan diberikan penghargaan NTB Bersaing, termasuk di bidang sastra.Saat ini, seniman dan penyair Sumbawa cukup subur. Bahkan memiliki seorang penyair kelas nasional, H. Dinullah Rayes, yang juga hadir sebagai narasumber pendamping D. Zawawi Imron.
Pada sesi Diskusi Sastra Dipandu oleh Penanggungjawab Suara NTB yang juga Direktur Radio Global FM Mataram, Agus Talino.Ratusan guru dan siswa begitu antusias dan kagum mendengarkan puisi berjudul Ibu ciptaan D. Zawawi sewaktu berumur 17 tahun di Banyuwangi, sebagai pembuka sebelum memberikan materi. Bahkan Wagub dan Penjabat Bupati tertegun mendengar puisi yang menggetarkan hati tersebut. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan dari siswa pemenang lomba pembacaan puisi tingkat kabupaten. Peserta juga bertanya tentang kiat menulis puisi kepada D. Zawawi.Bahkan ada yang secara spontan maju ke depan membacakan hasil karyanya.
Menurut D. Zawawi, puisi yang baik dan indah lahir dari hati yang jernih. Serta mampu menggetarkan hati. Kalau tidak mampu menjernihkan hati, maka tidak akan mampu melihat keindahan. Seorang pemimpin besar seperti Soekarno saja peduli sastra, seperti tampak dari beberapa pidatonya.Belajar sastra berarti menolak kebinatangan. Untuk itulah, Ia mengajak guru dan siswa untuk terus belajar dan berkarya. Apalagi di Sumbawa banyak potensi yang bisa dibuat tulisan. Bisa dimulai dari desa atau kecintaan terhadap Ibu atau guru bahkan tanah air dan lainnya. ‘’Banyak yang bisa dibuat. Yang penting berilmu dan terus belajar,’’ tukas
peraih penghargaan Sastra tingkat Asean ini.
Berangkat dari semangat dan keinginan yang besar dari peserta, pemandu temu sastrawan nasional, Agus Talino, pun menyatakan perlunya intervensi kebijakan pemerintah dalam membumikan sastra di Sumbawa. Agar generasi saat ini bisa melahirkan karya sastra yang bermutu. Apalagi Sumbawa sudah memiliki potensi melalui kebiasaan “bagesa”. “Hal ini perlu dipikirkan secara serius oleh Pemprov maupun Pemkab,’’ katanya.
SBSB yang berlangsung sehari itupun akhirnya melahirkan  konsep DEKLARASI SAMAWA yang isinya antara lain   mendesak pemerintah agar terus membumikan sastra serta menjadikan SBSB sebagai agenda rutin setiap tahun dan dikembangkan dalam bentuk bengkel sastra.
Ikrar Naskah Deklarasi tersebut dibacakan langsung Oleh Sekretaris Penyelenggara Drs.Solihin didampingi Ketua penyelenggara Berlian Rayes S.Ag
Deklarasi tersebut ditangani oleh sejumlah pejabat yang hadir pada kesempatan tersebut. Mulai dari Wagub NTB, Penjabat Bupati, D. Zawawi mewakili penyair nasional, Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Sumbawa, Ir. Iskandar, Dinullah Rayes, Rektor Universitas Samawa (Unsa), Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, wartawan senior Agus Talino mewakili Pers, Kadiknas, Drs. Umar Idris, Camat Utan, Tarunawan, S.Sos dan panitia SBSB diwakili Ketua, Berlian Rayes S.Ag dan Sekretaris Drs. Solihin.
‘’Teks deklarasi ini nantinya akan kami dikirimkan ke Dewan Kesenian Indonesia,’’ Jelas  Berlian.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s